Post to Christy Moer
Kepada Christy Moer,
Moer. Aku mau bercerita tentang bagaimana aku terkagum atas dirimu.
Aku teringat bagaimana aku berkenalan dengan kamu. Kita ada dalam suatu gereja yang sama. Kita bukan teman dekat, tetapi kita selalu menyapa apabila kita bertemu. Kamu adalah seorang pemimpin di gereja. Baru belakangan ini aku tahu kamu sering ke rumah sakit untuk mendoakan orang sakit. Dan mungkin banyak lagi pelayanan yang kamu lakukan.
Hari kamis, minggu lalu. Aku mendapatkan kabar mengejutkan dari BBM. Seseorang temanku memberitahukan bahwa kamu mendapat kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Aku terkaget ketika aku tahu kamu dalam keadaan koma.
Aku datang di saat kamu sedang melakukan operasi. Ketika aku datang, banyak orang yang menunggui kamu. Terlintas di benakku, “siapakah orang ini? apa yang dia lakukan, sehingga banyak orang mau untuk datang?”
Begitu banyak orang yang peduli atas dirimu. Aku bahkan tidak menyangka bahwa orang-orang di luar Jakarta pun peduli atas kamu. Kepedulian ini menunjukan seberapa besar investasi yang kamu tujukan atas dunia ini.
Sekarang kamu sudah tenang di surga bersama Tuhan. Bahwa tugasmu sudah selesai di bumi, dan kamu telah menyelesaikannya dengan sangat baik. Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti di Surga.
Dari temanmu,
Albert
2010
2010 bisa dibilang tahun yang menakjubkan bagi saya. Semua terjadi dengan begitu saja, sepertinya Tuhan sudah mengatur dan menjadikannya itu seperti hal yang biasa. Tapi nyatanya ini luar biasa bagi diri saya.
Di awal tahun 2010, saya masih mengingat bahwa saya sedang sibuk-sibuknya membuat skripsi untuk gelar sarjana S1 saya. Saya sangat putus asa di kala itu. Jadwal pengumpulan skripsi yang sudah sangat dekat, tetapi skripsi saya masih bisa dibilang sangat mengkhawatirkan. Saya ingat jelas kalau program skripsi yang belum bisa dibuat, karena saya masih belum mengerti benar-benar isi dari skripsi saya. Sedikit menemukan titik cerah pada saat akhir-akhir bulan, dan memulai dari sedikit titik cerah itu dan akhirnya berhasil. Keadaan menjadi buruk kembali pada akhir bulan, ketika saat harus mengumpulkan skripsi dan kondisi saya drop karena penyakit demam berdarah. Untungnya saya punya teman-teman sekelas yang benar-benar membantu saya. Anak-anak dari PAW 2005 yang saling tolong menolong sampai akhir kuliah S1. Kelas yang sangat luar biasa.
Setelah saya dinyatakan lulus oleh Binus dengan mengumpulkan hasil tugas akhir saya, saya mulai masuk dalam bulan-bulan yang sungguh berat. Yang mana dalam bulan-bulan ini, saya harus memutuskan apa yang saya harus lakukan selanjutnya. Ada beberapa pilihan yang terpikirkan oleh saya. Apakah saya harus memulai untuk bekerja? Atau saya melanjutkan usaha orang tua? Ataupun mengikuti hati saya untuk melanjutkan studi saya. Akhirnya saya mengikuti hati saya untuk kuliah lagi. Mungkin ini pilihan yang cukup berat, karena saya tidak memiliki cukup dana saat itu. Apalagi saya memutuskan untuk tidak menggunakan dana dari orang tua saya. Saya ingat, ketika mendaftar untuk kuliah lagi, saya tidak memberitahukan orang tua saya dahulu. Setelah saya mengurus semua persyaratan untuk kuliah, barulah saya memberitahu mereka. Untungnya, mereka mengerti dan memberi dukungan penuh. Kemudian, saya memilih untuk bekerja secara lepas (freelance) untuk mendukung dana kuliah saya.
My biggest dream in 2009 is Taiwan. Dari tahun 2009, saya ingin sekali pergi ke Taiwan. Ada beberapa alasan khusus yang membuat saya ingin pergi ke sana. Saya sudah punya planning memang dari tahun lalu, untuk menabung dan mencoba pergi ke sana. Tapi, semuanya seperti sulit karena selalu ditimpa masalah-masalah. Apalagi ketika saya dirawat di rumah sakit. Akhirnya, harapan untuk pergi seakan-akan hilang dan menjadi harapan untuk jangka tahun yang jauh di depan. Tuhan berpikiran lain, dan Tuhan menggenapinya di tahun 2010 ini. Melalui lomba programming yang sudah saya ikuti di tahun-tahun sebelumnya, kampus saya mempercayakan saya kembali untuk mencoba lomba ini di Taiwan. Begitu tahu saya akan pergi, saya cuma bisa bersyukur dan bersyukur. God is so amazing. Bahkan ketika saya tidak berani untuk mendoakan ini kepada Tuhan, Tuhan mengerti hati saya dan menjadikannya kenyataan.
Di akhir tahun, ada kejadian-kejadian ajaib yang Tuhan lakukan kembali. Ketika Ayah saya mau untuk pergi ke gereja. Mungkin ini kelihatannya begitu sederhana, apa yang luar biasa ketika seseorang ke gereja. Tapi bagi saya, ini mukjizat yang Tuhan lakukan. Ayahku bukan orang yang mudah untuk mengerti bahwa Tuhan itu ada. Sudah berkali-kali tawaran untuk pergi ke gereja, selalu ditolak. Awalnya memang tidak langsung ke gereja, tapi melalui kelompok sel Ibu saya. Mencoba sekali datang, dan akhirnya Ayahku jadi rajin. Aku berdoa agar Ayahku dapat menerima Tuhan.
Begitu banyak kejadian yang terjadi. Keajaiban-keajaiban terjadi satu per satu.
Saya cuma bisa bersyukur atas apapun yang terjadi. Atas banyak hal yang Tuhan lakukan di dalam hidupku.
Terima kasih Tuhan untuk 2010.
Beri saya kekuatan untuk menjalani 2011.
Amien.
Why Do We Blog?
Lagi surfing di internet, g menemukan artikel “Why Do We Blog?”.
Tiba-tiba g jadi berpikir, kenapa yah g ngeblog? Dan barusan cek di dashboard, ternyata udah ada 140an post.
Inget-inget kenapa g ngeblog? Balik ke taun 2007, flashback dikit.
Waktu itu g lamar jadi asossiate member-nya ATL. Itu tahun ke-2 g ngelamar. Tahun pertama ga diterima. Baru tahun berikutnya diterima. Saat masuk jadi member, sang pemimpin (kita sebut Mr. X) suruh kita membuat blog. Katanya, banyak developer sekrang mulai bikin blog. Saat itu, apa itu blog aja g blom tau.
Blog? Blog? Blog?
Pertama-tama sih bingung apaan itu blog. Dicari digugel, pake keyword “Blog”, and keluarlah nama-nama blog orang. G klik salah satu, dan g mulai baca. Satu page selesai, pindah lagi page yang lain. Beberapa baca blog orang, akhirnya g mulai ngerti klo blog itu seperti buku harian. Tapi, kita nulisnya di internet.
Akhirnya g carilah tempat untuk tulis blog. Waktu itu, yg ketemu wordpress dan blogspot. Karena, blogspot tampilannya jelek dan dashboardna kurang memikat mata, jadilah g pilih wordpress. hehee..
Saat di ATL sih, disuruh tulis keseharian itu ngapain di ATL. Apakah kita belajar apa, ato menemukan hal apa yang baru kita tahu. Tulis aja di blog, supaya orang bisa baca n belajar juga. Karena males tingkat tinggi, akhirnya ga nulis jg. Dan dulu juga, susah banget buat copas2 code ( baca : g gak tau caranya ), jadi ya kaya punya alasan lain buat gak nulis.
Sekarang, g coba liad2 lagi postingan g dulu, isinya malah curhat2an. hahahahaa… yang bau2 teknologinya dikit ato hampir gak ad kali. Tapi di sisi baiknya, g jadi suka ama nulis. Jadi kalo ditanya, Why Do We Blog? My answer is I love writing.. hahaha..
Eniwei, sejak punya blog di wordpress ini, g jadi suka buat2 blog di tempat lain. Yang paling baru itu Tumbler. haha.. ngikutin orang-orang di twitter
Eniwei, cukup dulu. mikirin what should I write next?
Jadi Autis
Gua sepertinya akan jadi autis.
Banyak orang yg gua ledekin autis karena mereka memakai Blackberry. Yeah. Dari 1000 orang yg g amatin, 1000 orang menatap hanya kepada BB mereka (masa ke BB orang lain), tertawa sendiri, sedih sendiri, seru sendiri. Ah, dasar mereka autis. Dan budaya kaya gini kyna disukai banyak orang.
Kemarin, g shock. Bokap tiba-tiba kasih g BB. Cerita awalnya seh, dimulai bbrp hari lalu. Kira-kira percakapannya kaya gini.
Bokap : bet, u kan udah masuk S2. Kayanya u harus pake BB deh, biar pas sama yang lainnya. Masa udah S2, hape masih kacangan.
Gua : …..
Bokap : ya udah, ntar aku kasih kamu aja.
Gua : ah, gak usah pi. Nanti aja, blom terlalu butuh jg. Kan udah sering OL jg dari komputer.
Bokap : (diem)
Yes, g pikir ucapan ginian gak bakal jadi panjang.
Kemarin, hari minggu biasanya bokap pergi ma nyokap. Bosan kali di rumah. Pegi b3 sama cici, dan emak g. Karena g biasa ibadah, jadi gak bisa ikut. Keluarga g pegi ke CP waktu itu. Gak lama pergi, cici g telepon.
Cici g : Bet, mo beli BB apa?
Gua : (Shock) HAH?
Cici g : Si papi mo beliin lo!
Gua : Gak usahhhhh…
Begitu udah ngomong gtu,ada bbrp percakapan berikutnya. G pikir udah lah, ga akan dibeli juga soalna g bilang enggak mau. G pegi ke gereja.
Pulangnya, pada blom pulang. G duduk. Ga lama, emak g masuk sama cici g. Sok heboh. Dan HAPE Terbeli .
Ga bisa komen apa2. Diem. Cengo.
Beberapa g pikir, ya udah lah dipake. Walaupun dengan beberapa konsekuensinya. Alhasil kayannya g bakal ikutan jadi autis. Sindrom pake BB = autis bakal masuk ke diri g.
Ya udah lah, lanjut kuliah. Tulis blog sambil dengerin orang presentasi.
Salam Autis Nasional.
Keceriaan Keluarga
Setelah berbulan-bulan sibuk untuk menulis lagi (baca; malas), g pgn nulis lagi. Topiknya kali ini adalah keluarga g.
Beberapa tahun belakangan ini, mungkin udah lama banget, g ma keluarga g pegi bareng. Seinget g, terakhir kali kita ntn bareng itu pas g masih kecil. Pas masih ada bioskop di Chandra ( pancoran). Yeah, udah lama banget. Sesekali memang ada sih ntn, tp pasti gak lengkap. Bokap sama nyokap ada, dan cici g atau g yg ga ada. Jadi gak pernah pegi bareng.
Mungkin kejadianna dimulai dari beberapa minggu lalu. Di saat sepertinya nyokap ma bokap jadi akrab lagi. Ga bisa dipungkirin, memang dulu nyokap ma bokap suka ribut. Nyokap g cerewet dan bokap itu keras kepala. Yeah, gak sampe pukul2an seh (amin), tp ujung2na pasti diem2an. Dan dulu tuh mereka tidurnya terpisah (beda ranjang). Beberapa minggu belakangan kemarin, bokap mulai tidur lagi seranjang nyokap.
Entah kenapa, bokap g jadi ngobrol lagi ma nyokap. Suka bercanda lagi, dan mulai mau untuk diajak diskusi. Keadaan toko memang gak gtu baik, tp bokap tetep bisa becanda. Beda kaya dulu yg klo udah pusing, bawaannya diem n mudah tersinggung. Dan sampai puncaknya hari ini, bokap g beliin nyokap HP baru. Ini mungkin hal yg biasa kali yah, tp yg luar biasa bokap pengen beli hape yg sama seperti HP baru yg dibeliin buat nyokap.
I couldn’t say anything. Tp yg bs g bilang sih, It’s God’s grace. G gak tau, berapa lama nyokap berdoa buat hal ini. Berapa lama nyokap g bersabar. Tp beberapa minggu ini, mungkin awal buat keluarga g lagi.